in

Buntut Viral Bule Kumpul, WN Suriah Pengelola Yoga Akan Dideportasi dari Bali

Denpasar – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kanwil Bali melalui Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar memberi sanksi administrasi terhadap Barrakeh Wissam, penanggung jawab acara yoga massal yang dilakukan turis di House of Om, Gianyar, Bali. Salah satu sanksinya, Wissam akan dideportasi ke negara asalnya, Suriah.

“Salah satunya (sanksi administrasi) ya kita tahan di Rumah Detensi ini kan nanti kita pulangkan ke negaranya deportasi,” kata Kepala Kantor Kemenkumham Bali, Kepala Jamaruli Manihuruk, dalam jumpa pers di Rudenim Jimbaran, Rabu (24/6/2020).

Wissam ditahan dulu di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) karena belum ada penerbangan tersedia ke Suriah. Wissam akan ditahan maksimal selama 30 hari, namun waktu penahanan bisa bertambah bila memang nantinya belum ada penerbangan ke Suriah.

Viral bule kumpul di Ubud, Bali. Penyelenggara sampaikan klarifikasi (dok. Istimewa)Viral bule kumpul di Ubud, Bali. Penyelenggara menyampaikan klarifikasi. (Foto: Istimewa)

“Ini proses deportasi, ditempatkan di Rudenim adalah dalam rangka deportasi dalam proses pemulangan ke negaranya jadi kalau memulangkan tidak bisa serta-merta kita pulangkan, tangkep, langsung bikin surat pemulangan dengan masa masa COVID-19 seperti ini bagaimana kita memulangkan dia kalau nggak ada penerbangan, tempat sementara adalah di Rumah Detensi Imigrasi di sini, jadi dia nggak bisa berkeliaran lagi berkegiatan di luar sana,” kata Jamaruli.

Wissam dinyatakan bersalah karena membuat kegiatan yang membuat banyak orang berkumpul tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan yang digelar Wissam membuat masyarakat resah.

“Kegiatan WNA yang menyelenggarakan yoga massal di House of Om yang viral di media sosial, pada tanggal 18 Juni 2020, jam 17.00 sampai dengan 19.00 Wita, orang asing mengadakan kegiatan meditasi massal dengan jumlah peserta diperkirakan berjumlah 60 orang dan menimbulkan keresahan di tengah larangan-larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah pada masa pandemi COVID-19,” kata Jamaruli.

Menurut Jamaruli, kegiatan yoga massal yang dilakukan oleh Barrakeh Wissam di tengah pandemi diduga menyalahi aturan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19. Selain itu, para peserta tidak menggunakan masker.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut diduga menyalahi aturan protokol COVID-19, yaitu tidak adanya social distancing tidak menggunakan masker dan pembatasan jumlah peserta yang hadir sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah, artinya melebihi jumlah yang ditentukan. Pelaksanaan kegiatan tersebut yang dilakukan di masa di tengah pandemi COVID-19 dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujar Jamaruli.

Sebelumnya diberitakan, beredar foto sejumlah ekspatriat berkumpul di salah satu tempat yoga di Gianyar, Bali. Kegiatan tersebut dikritik karena mengabaikan protokol kesehatan COVID-19.

Pihak penyelenggara menyampaikan klarifikasi mengenai beredarnya foto para bule yang berkumpul. Pemilik mengakui acara tersebut terselenggara di House of Om yang berlokasi di Jalan Raya Bona, Gianyar. Wissam Barakeh lalu mengatakan sudah membuat klarifikasi yang di-posting di akun Instagram House of Om. Dalam posting-an tersebut, Wissam Barakeh menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

“Untuk semua masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bali. Nama saya Wissam Barakeh, saya adalah pendiri dari House of Om. Saya bertanggung jawab penuh atas acara yang terjadi pada tanggal 18 Juni 2020 lalu. Dimana banyak orang yang datang ke sekolah kami. Hal tersebut adalah kesalahan besar dan tidak masuk akal yang terjadi di masa sulit seperti sekarang ini. Komunitas kami sangat menyayangi dan menghargai Bali dan masyarakat Bali,” tulisnya dalam akun Instagram House of Om.

Dia mengatakan acara yang digelar pada 18 Juni 2020 tersebut bertujuan menggalang dana. Dia juga menuliskan permohonan maaf kepada masyarakat Bali.

Sumber: Detiknews

Rekomendasi

Situs DPR Tak Bisa Diakses, Muncul Klaim Peretasan sebagai Protes RUU HIP

Kisah Anak Pegawai Pabrik Kalahkan Kekayaan Jack Ma