in

Hari Ini Terakhir Buruh Mogok, Rupiah & Emas Antam Gimana?

Pelaku pasar terus mencermati pergerakan dolar Dolar Amerika Serikat (AS) dan juga volatilitas harga emas dunia dan harga emas Antam di domestik di tengah sejumlah sentimen baik global maupun dalam negeri.

Sentimen global datang dari negosiasi stimulus jumbo bagi pemerintah AS senilai US$ 2,2 triliun yang dihentikan hingga pemilihan presiden AS pada 3 November mendatang.

Dari dalam negeri, sentimen negatif dihadirkan oleh massa buruh yang sekitar 2 juta melakukan aksi mogok nasional dari Selasa hingga Kamis ini (8/10/2020) demi memprotes RUU Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi UU pada Senin lalu. Protes ini lantaran banyak hak-hak pekerja yang dinilai berkurang.

Dolar AS

Dolar AS membukukan penguatan di bulan September lalu. Indeks yang mengukur kekuatan Mata Uang Paman Sam tersebut tercatat menguat 1,9% ke 93,886, melansir data Refinitiv.

Penguatan di September tersebut menjadi kinerja bulanan terbaik dolar AS sepanjang tahun ini.

Meski demikian, penguatan dolar AS diprediksi tidak akan berlangsung lama, paling mentok selama 3 bulan. Hal itu terlihat di survei yang dilakukan Reuters terhadap 75 analis valuta asing pada periode 28 September sampai 5 Oktober.

Sebanyak 54 dari 75 analis mengatakan penguatan dolar AS hanya akan berlangsung kurang dari 3 bulan, bahkan 13 diantaranya mengatakan penguatan the greenback sudah selesai.

Belakangan ini kinerja Mata Uang Paman Sam ini juga sudah mulai melempem, sejak menyentuh level tertinggi 2 bulan di 94,642 pada 25 September lalu, indeks dolar AS sudah turun lebih dari 1% hingga Selasa lalu.

Laman: 1 2 3

Rekomendasi

Kronologi Najwa Shihab Akan Dipolisikan Relawan Jokowi karena Dianggap Permalukan Presiden

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Semarang Ricuh, Pagar Kantor Gubernur Dijebol