in

Ibu Miskin di Jombang Tak Dapat PKH, Dinsos Salahkan Pemerintah Desa

Dinas Sosial (Dinsos) Jombang merespons keluhan Santik (32), pemulung yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Dinsos pun menyalahkan Pemerintah Desa tempat tinggal ibu tiga anak tersebut.

Kepala Dinsos Jombang Shaleh mengatakan, nama Santik dipastikan belum masuk Basis Data Terpadu (BDT) penerima bansos. Pihaknya pun mendatangi rumah ibu tiga anak itu di RT 5 RW 6, Dusun Gedang Keret, Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Selasa (29/1) malam.

“Hasil identifikasi dan verifikasi kami, Bu Santik layak mendapatkan perlindungan jaminan sosial,” kata Shaleh kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Usai mengidentifikasi, lanjut Shaleh, pihaknya lantas menelusuri penyebab Santik belum masuk data usulan penerima bansos dari Desa Banjardowo. Usut punya usut, menurut dia, data wanita yang sehari-hari menjadi pemulung di TPA Banjardowo itu terlambat dikirim ke Bappeda Jombang.

“Desa Banjardowo telat memasukkan usulan ke Bappeda. Karena tahapannya dari Bappeda nanti diserahkan ke Dinsos untuk kami usulkan masuk di BDT,” terangnya.

Shaleh berharap Santik agar bersabar menanti proses pengusulan yang bakal berjalan selama 6 bulan. “Sambil menunggu harus ada perlindungan jaminan sosial dari Kabupaten. Yang penting sudah berproses untuk masuk BDT,” tandasnya.

Sambil menggendong salah satu putrinya yang berusia 4 tahun, Santik mendatangi kantor Kecamatan Jombang di Jalan Dr Soetomo, Selasa (29/1). Perempuan berhijab ini ingin mengadukan nasibnya yang belum pernah menerima bansos ke Camat setempat. Namun, upayanya tak membuahkan hasil lantaran Camat sedang tak ada di kantornya.

Sehari-hari Santik menjadi pemulung di TPA Banjardowo. Penghasilannya rata-rata Rp 10-25 ribu. Sementara sang suami hanya kuli bangunan yang kerjanya tak menentu.

sumber: detikNews

Pemerintah Targetkan 800 Ribu Peserta PKH Graduasi Tahun Ini

Rommy Usul Pemerintah Naikkan Dana PKH 2 Kali Lipat