in

Jika untuk Beli Pulsa, Dana Bantuan PKH Langsung Dicabut

Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dibagikan untuk warga menengah ke bawah ternyata ada banyak persyaratan. Penerima PKH harus menggunakan uang bantuan tersebut untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya sesuai dengan tingkatan sekolah.

Saat menghadiri pembagian kartu PKH dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Palembang, Presiden RI Joko Widodo menegaskan akan mencabut bantuan PKH jika digunakan untuk hal yang di luar aturan.

“Dana ini harus digunakan berkaitan dengan pendidikan dan sekolah anak. Kalau ketahuan dana PKH digunakan untuk beli pulsa, kartu langsung dicabut,” ujarnya didepan ratusan penerima PKHdan KIP.

Bantuan PKH dan KIP diharapkan Jokowi bisa mencerdaskan dan menyehatkan anak-anak bangsa.

Terlebih bisa menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan dapat berkompetisi dengan negara lain.

Presiden Jokowi juga akan mengawal terus penyebaran PKH dan KIP di seluruh Indonesia. Agar penyebaran dan penggunaan dana tesebut tidak melenceng dari yang ditetapkan.

Dana PKH di tahun 2018 akan cair secara bertahap, yang pertama di bulan Febuari sebesar Rp 500.000. Total bantuan di tahun ini senilai Rp 1.890.000, yang bisa diambil dalam empat kali dalam setahun.

“Penerima PKH sudah naik dari 6 juta menjadi 10 juta. Semoga pendidikan anak-anak kita jadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Manham mengatakan, di Provinsi Sumsel ada sebanyak 353.481 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan total dana yang disalurkan sekitar Rp 668 Miliar.

Laman: 1 2

Jokowi Janjikan Dana PKH Naik 2 Kali Lipat dan Lebih Cepat Cair

Warga Miskin Baru Muncul Efek Pandemi, Koalisi Bansos Soroti 4 Hal Pendataan PKH