Kemenag Tegaskan Sertifikasi Penceramah Tak Wajib

22

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) segera menyelenggarakan program penceramah bersertifikat atau sertifikasi penceramah. Program ini disebut Kemenag tidak wajib diikuti oleh penceramah.

“Jadi program itu tidak wajib, tidak diwajibkan kepada penceramah, peserta adalah utusan ormas-ormas Islam. Materi kira-kira adalah tentang pemahaman keagamaan moderat, rahmatan lil alamin, dan penguatan wawasan kebangsaan. Karena itu, kita kerja sama dengan Lemhannas agar lebih mantap lagi,” ucap Dirjen Bina Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin saat dihubungi, Jumat (4/9/2020).

Menurut Kamaruddin, seluruh penceramah di Indonesia tidak mungkin disertifikasi. Untuk itu, pemerintah memilih sertifikasi bersifat tidak wajib.

“Soalnya, kalau diwajibkan, penceramah begitu banyak, kan. Penceramah di Indonesia, semua bisa menjadi penceramah. Kita ini memberi masukan, memberi penguatan kepada penceramah kita agar mereka tidak hanya memiliki wawasan agama mendalam, tapi juga wawasan kebangsaan,” ucap Kamaruddin.

Diketahui sebelumnya, pemerintah segera membuka sertifikasi penceramah. Program ini dilakukan bersama-sama dengan Kementerian Agama sebagai koordinator.

“Program penceramah bersertifikat akan melibatkan banyak pihak, termasuk Lemhannas, BPIP, dan BNPT. Program ini juga akan melibatkan MUI dan ormas Islam lainnya,” kata Kamaruddin.

Organisasi kemasyarakatan nantinya akan berperan dalam pemilihan narasumber program penceramah bersertifikat. Kamaruddin mengatakan inti program adalah penguatan wawasan kebangsaan dan pengarusutamaan pemahaman keagamaan rahmatan lil alamin.

You might also like
close