in

Kepala BKF menyebut 90% warga miskin sudah menerima bantuan

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu menyebutkan, saat ini sebanyak 90% rumah tangga miskin di Indonesia sudah mendapat sedikitnya satu bantuan program perlindungan sosial dan padat karya.

“Agustus (hingga) sekarang kita dapat bahwa hampir 90 persen rumah tangga miskin telah mendapatkan sedikitnya satu bantuan. Jadi sekarang jauh membaik dibandingkan Mei kemarin,” kata Febrio dilansir dari Antara, Sabtu (26/9).

Febrio menyatakan jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan pada Mei 2020 yaitu dari 40% keluarga termiskin masih ada 40% yang belum mendapatkan bantuan pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19

“Sekarang kita bisa cukup percaya diri mengatakan satu dari 10 itu tidak mendapat atau belum dapat (bantuan). Nah ini jadi masalah dan kita harus cari caranya untuk mengejar yang satu dari 10 ini,” ujar Febrio.

Pemerintah menyiapkan anggaran untuk pelindungan sosial dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini sebesar Rp 203,9 triliun yang terdiri dari PKH Rp 37,4 triliun, dan sembako Rp 43,6 triliun.

Kemudian bansos Jabodetabek Rp 6,8 triliun, dan bansos non Jabodetabek Rp 32,4 triliun, Kartu Prakerja Rp 20 triliun, diskon listrik Rp 6,9 triliun, logistik/pangan/ sembako Rp 25 triliun, serta BLT Dana Desa Rp 31,8 triliun.

Febrio menuturkan, jika tidak mengikutsertakan program diskon listrik maka ada 81 persen rumah tangga miskin di Indonesia yang mendapat setidaknya satu bantuan dari pemerintah.

Oleh sebab itu, Febrio menyebutkan stimulus untuk perlindungan sosial yang memiliki anggaran sebesar Rp 203,9 triliun hingga kini telah terealisasi lebih dari 58 persen.

“Perlindungan sosial kita progresnya memang luar biasa dari Rp 203 triliun sudah lebih dari 58 persen yang tercapai progresnya sehingga ini menjadi strategi yang harus terus kita lakukan,” tegas Febrio.

Laman: 1 2

Serapan perlindungan sosial paling besar, Bansos jadi fokus Jokowi 2021

Pembaruan data penerima, Mensos tak ingin orang miskin penerima bansos itu-itu saja