Loh Sudah Punya Kalung ‘Anticorona’, Kok Kementan Bisa Lockdown?

39

Jakarta – Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) terpaksa di-lockdown. Hal ini dilakukan menyusul sejumlah pegawai di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) setelah melalui tes PCR.

Bagian kantor yang ditutup adalah gedung C kantor Kementan yang berlokasi di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Kementan sebelumnya pernah mengeluarkan hasil penelitian kalung eucalyptus yang diklaim sebagai penangkal Corona.

Menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, kejadian pegawai terpapar virus Corona ini bagai membuktikan bahwa kalung eucalyptus yang disebut penangkal Corona tidak manjur.

Bahkan untuk internal Kementan sendiri. Trubus juga menyebut kalung ini cuma alat pencitraan dan cenderung mengelabui publik.

“Menurut saya sih, ini jadi seperti dugaan masyarakat selama ini, bahwa fungsi kalung corona itu nggak banyak, hanya alat pencitraan aja itu. Dengan adanya Kementan yang kena Corona dan lockdown ini seakan akan membenarkan bahwa kalau kalung itu nggak bermanfaat banyak,” kata Trubus kepada detikcom, Senin (24/8/2020).

“Secara medis dan ilmiah nggak ada, dan nggak terbukti bisa menahan penularan COVID-19. Kebijakan kemarin itu malah jadi mengelabui publik,” lanjutnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai memang wajar saja pegawai Kementan terkena virus Corona meskipun sudah menggunakan kalung eucalyptus.

Pasalnya, kalung tersebut memang bukan obat, Agus menilai itu hanya sebatas suplemen. Mau diklaim sebagai obat yang manjur oleh Kementan pun tidak akan bisa.

“Gini eucalyptus yang kemarin kan bukan obat tuh, dari BPOM juga nggak ada. Instansi yang berhak izin edar obat kan BPOM, itu kan cuma suplemen aja bukan obat. Kalau Kementan bilang temukan obat anti virus ya salah,” kata Agus kepada detikcom.

Laman: 1 2 3

You might also like
close