in

PA 212: Tuntutan Kami RUU HIP Dicabut, Bukan Diganti Judul

Jakarta – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif menuntut Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dibatalkan dan dicabut dari Prolegnas, bukan diganti nama. RUU HIP itu merupakan usulan dari DPR yang kini menjadi polemik.

“Kita dari awal tuntutannya sangat jelas, kita minta dicabut, dibatalkan dari Prolegnas. Oleh karenanya, kami akan terus berjuang sampai RUU (HIP) dicabut dan dibatalkan dari Prolegnas. Kita tidak menuntut ditunda, diganti judulnya karena sudah terbukti rancangan ini memecah belah anak bangsa, menjadi gaduh nasional, bahkan sebagian ormas besar sudah menolaknya,” kata Slamet di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020).

Slamet bahkan menyebut akan mengerahkan aksi massa yang lebih besar apabila RUU HIP tidak dibatalkan. Slamet juga menuntut inisiator RUU HIP untuk diusut. Dia menyebut inisiatornya, baik individu maupun partai, harus diproses secara hukum.

“Kalau ini belum dipenuhi, kami akan terus berjuang bahkan kami akan menyiapkan aksi yang jauh lebih besar dari aksi yang pernah kita lakukan untuk menyelamatkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebut Slamet.

“Dari DPR kan ada Badan Kehormatan DPR. Badan Kehormatan DPR harus segera menyelidiki siapa inisiatornya dan memberikan sanksi kepada inisiatornya,” ungkap Slamet.

Sebelumnya, muatan mengenai trisila dan ekasila dalam Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang merupakan usulan DPR menjadi polemik. Dalam draf RUU HIP, muatan soal trisila dan ekasila ada di Pasal 7.

Dilihat detikcom dalam draf RUU HIP, Senin (15/6), Pasal 7 menjelaskan ciri pokok Pancasila. Berikut ini bunyinya:

Pasal 7
(1) Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.
(2) Ciri Pokok Pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.
(3) Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong.

Pemerintah Tolak Bahas RUU HIP

Laman: 1 2

Ety Toyib, TKI yang Lolos dari Hukuman Mati Pulang ke RI Sore Ini

Anak Ahok Pose Pegang Pistol, Sindir Siapa?