in

Sadis! ABK Disuntik Morfin agar Tahan Tidak Tidur 48 Jam, Cerita Eks-Kru Kapal Asing

Saifuddin adalah sosok pria yang pernah bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal pencari ikan berbendera negara lain itu tengah asyik mengganti-ganti saluran televisi di kediamannya yang berada di salah satu sudut kota Bandung, Jawa Barat.

Sampai ketika di salah satu saluran menayangkan berita soal pelarungan jenazah yang dilakukan awak Kapal China terhadap ABK asal Indonesia.

Kasus ABK itu tengah mencuat setelah mereka melaporkan dugaan eksploitasi dan pelanggaran HAM ke petugas kala kapal merapat di Busan, Korea Selatan.

Pandangan dan pikirannya langsung tertuju pada pemberitaan yang sangat erat kaitannya dengan kehidupannya sekitar 11 tahun silam.

“Saya langsung ingat masa lalu,” kata Saefudin memulai kisah nelangsanya sebagai ABK kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/5/2020).

Bukan tanpa alasan Aep, sapaan karib Saefudin, berhenti sebagai ABK meski telah sepuluh tahun kurang lebih berlayar mengelilingi samudera, pekerjaan ini bagi dia benar-benar menantang maut.

Di samping itu, Saefudin mengaku pekerjaannya sebagai ABK itu penuh perlakuan tak manusiawi bila dilihat dari beban kerja, jam kerja yang berlebihan, hingga pendapatan yang benar-benar masuk ke kantong bukan yang dijanjikan.

“Setelah lepas dari perompak itu saya memutuskan tidak lagi bekerja sebagai ABK,” kata Aep.

Laman: 1 2 3

Rekomendasi

Aturan Baru Jokowi: Boleh Mudik Asalkan ada Keluarga Menikah atau Meninggal

Viralkan! Lagi Bulan Ramadan, Para Remaja Ini Malah Permainkan Salat